Yep, sudah tepat sebulan gw hospitalized untuk pertama kalinya. Masuk dengan vonis penyakit demam berdarah, dan seminggu kemudian keluar dengan status sembuh dari penyakit tipes (di hari ke-3 vonisnya berubah).
Mo cerita dikit gimana kejadiannya…
Before
Mengira hanya mengidap panas dalam biasa, jadi diabaikan karena biasanya sembuh sendiri. Tapi panasnya nda turun2, dan malah tambah parah. Akhirnya ke RS buat diperiksa. Panas mendekati 40 derajat, trombosit tipis di atas 100 (121 kalo nda salah). Ciri-ciri gejala demam berdarah. Jadi besoknya musti datang lagi, dan kalo trombositnya turun, disarankan rawat inap.
Ternyata besoknya trombosit turun jadi 111. Shock. Terkejut. Lalu bingung. Timbul dilema antara:
1. Rawat inap di RS, saat itu juga.
2. Rawat inap di RS, tapi ditunda 1 hari (mengingat besoknya ada demo-penilaian untuk sebuah-kuliah).
2. Rawat diri di kos, cukup beli obat saja (plus tetap menjaga clean-medical-record yang telah terbangun selama ini
).
Sekitar beberapa menit, opsi ke-2 masih menang. Memang harus dirawat inap, tapi berhubung besoknya ada sesuatu, jadi ditunda aja. Pikiran gw, "Ah sehari kan trombosit turun 10, jadi masih bisa ditunda sehari. I still have more than 100 trombosite to spent". Ck ck ck, parah. Tah pa2 gw ini.
Tapi karena badan makin lemes, mana hujan, ngga ada ojek, dan becek, akhirnya opname juga. Btw, serius hujan.
During
Di RS itu ngapain? Tidur, makan, nonton tv, dan dijenguk.![]()

Hari ke-1 dan 2, mostly dihabiskan dengan berbaring. Berusaha istirahat sebisa mungkin dengan tujuan get better soon, dan bisa keluar secepatnya. Siang menjelang sore banyak penjenguk yang datang, pada bawa makanan/minuman/kabar kuliah.
Hari ke-3 panas gw tidak kunjung turun, tapi trombosit pelan-pelan naik. Akhirnya dokter merubah vonis jadi tipes, karena gejalanya lebih mirip tipes daripada db. (Buat para pembawa jejambuan, tenang2. Tetep dihabiskan oleh si pasien kok).
Hari ke-4 masi tak ada perubahan.
Hari ke-5 panas mulai turun, mulai stabil mendekati suhu normal.
Hari ke-6 optimis bakal pulang besok.
Hari ke-7 akhirnya keluar dari RS. Dikasih beberapa obat, plus larangan kuliah selama seminggu ke depan.
After
Pertama kali keluar dari RS, baru nyadar sudah seminggu gw ngga nyentuh udara luar, ngga kena sinar matahari. Ahh, nice to be outside… Seminggu berikutnya masih ‘istirahat’ di kos, ngobat, masih berusaha recover. Tipes katanya penyakit yang sembuhnya lama, dan kambuhan.
Well, skarang si sudah baik-baik saja. Jadi lebih menyayangi lambung dan usus, mesti makan 3x sehari.
End
Udah, habis ceritanya.
Thanx to:
- yang nganterin ke rs 2 kali, ngurusin hal administrasi, nombok-in, dan ‘memaksa’ gw buat dirawat (Hey, i’m 0.2 degree less than you).
- yang rela capek2 ke bandung buat jaga 24 jam, maapkan anakmu ini yang careless soal kesehatan.
- yang maunya-jagain-gw-tapi-batal-karena-udah-ada-yang-jaga. Hehe..
- semua yang jenguk (ampe mau-maunya disuru gantian ama bapak satpam
), yang nge-sms, dan yang nitip salam via-penjenguk.
- dosen pembimbing, atas "TA-nya jangan dipikirkan dulu"
- para staf RS: dokter, suster, yang nyuntik buat ngambil darah *grin*, dan yang bawain makanan.
- lain-lainnya yang lom disebutkan.
Semoga ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya gw dirawat inap.
PS: RS = Rumah Sakit St. Borromeus
PSS: Everything has its own price. N looks like this is my price for something -_-"
Mungkin perlu dijelaskan bahwa jumlah trombosit-nya dalam ribuan… Kecuali kalo nggak… Dan kalo nggak, hebat banget kamu bisa bertahan hidup dengan trombosit cuma 100
)